Kusu Mahardono

  • Subscribe to our RSS feed.
  • Twitter
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Facebook
  • Digg

Tuesday, 30 March 2010

dioalog

Posted on 20:22 by Unknown
Radikalisasi agama dirasa makin mencekam dengan tindakan sekelompok orang yang mengatasnamakan agama dalam tindakan-tindakan yang merugikan kepentingan umum, seperti jihad dalam aksi bom bunuh diri. Menteri Agama Suryadharma Ali menilai dialog adalah jalan yang tepat untuk mengantisipasi radikalisasi yang terjadi di pesantren-pesantren.

"Sekarang kan berkembang pemikiran di keagamaan. Ada yang menyimpang, ada yang juga radikasilasi pemahaman keagamaan. Tak ada kata lain untuk mengurangi radikalisasi selain dengan dialog dan saling tukar-menukar pemahaman keagamaan," tuturnya seusai sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Senin (15/3/2010).

Menurut Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, radikalisasi pemahaman keagamaan sering melanda kelompok-kelompok yang jarang berdialog. Mereka umumnya hanya menerima pemahaman keagamaan dari satu sumber. Suryadharma meyakini itu tidak terjadi pada kalangan yang selalu terbuka pada ruang dialog.

"Mekanismenya ya dengan sering datang berdialog, berdiskusi apa makna jihad, misalnya begitu, dengan berbicara makna memerangi pihak lain, bolehkah membunuh orang lain yang tidak membunuh," lanjutnya lagi. Menurut Suryadharma, ruang dialog merupakan cara jitu untuk mengubah cara berpikir seseorang.





http://nasional.kompas.com/read/2010/03/15/18091085/Antisipasi.Radikalisasi.Agama.dengan.Dialog
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Posted in | No comments
Newer Post Older Post Home

0 comments:

Post a Comment

Subscribe to: Post Comments (Atom)

Popular Posts

Blog Archive

  • ▼  2010 (14)
    • ►  April (8)
    • ▼  March (3)
      • dioalog
      • PROTOTYPING
      • koment desain (IMK)
    • ►  February (3)
Powered by Blogger.

About Me

Unknown
View my complete profile